Proses rektifikasi adalah proses untuk pembetulan skala foto udara, agar peta foto yang dihasilkan mempunyai skala yang homogen sehingga sambungan antar lembar peta foto yang satu dengan yang lainnya, baik ke atas, ke bawah, ke kiri dan ke kanan bersambungan/berimpit dengan baik.
Proses rektifikasi dapat dilakukan pada daerah yang relatif datar, sedangkan apabila daerah tersebut mempunyai perbedaan tinggi yang terlalu tajam/curam, maka proses rektifikasi tidak dapat dilakukan. Persoalan itu dapat dipecahkan dengan cara rektifikasi diferensial atau ortofoto.
16 Mei 2008
Rektifikasi
Diposting oleh
dodo
di
11.26
0
komentar
Triangulasi Udara
Triangulasi udara adalah merupakan bagian kegiatan dalam pemetaan fotogrametri dengan cara mengukur titik-titik minor foto, kemudian ditranformasi ke titik referensi (titik kontrol tanah).
Kegiatan triangulasi udara ini dapat dilaksanakan dalam waktu yang singkat dan biaya yang lebih murah dibandingkan dengan metode konvensional yang dilakukan secara terestris dilapangan.
Berdasarkan cara pengukuran yang dilakukan dan instrument yang digunakan yaitu menggunakan metode Model Bebas (independent model) yang berdasarkan pada unit dasar model dimana dilakukan pengukuran koordinat titik-titik model hasil orientasi relatif dan pengukuran koordinat pusat proyeksi foto udara.
Diposting oleh
dodo
di
11.21
0
komentar
Ikonos
Ikonos adalah satelit komersial pertama kepunyaan Spaceimaging yang mempunyai resolusi tinggi, yaitu 1 meter pancromatic dan 4 meter multispectral. Ikonos mempunyai kemampuan untuk melakukan analisis sampai ketelitian sub pixel. Dengan kemampuan Off-Nadirnya, Ikonos dapat memonitor daerah yang sama dalam periode yang cukup singakat yaitu 2-3 hari. Ikonos juga mampu untuk membuat DEM dari citra yang stereo karena kemampuan off-nadirnya
Ikonos level Geo mempunyai akurasi 50 meter, artinya bahwa jika kita mengambil sampel titik di citra kemudian kita bawa ke lapangan, maka posisinya akan melenceng 50 meter. Kondisi ini sangat disayangkan oleh pengguna ikonos, karena dengan resolusi pixel 1 meter dan akurasi 50 meter, citra ikonos ini hanya layak dibuat peta dengan skala 1: 100.000.
Level Precision merupakan level yang paling akurat keluaran Spaceimaging. Akan tetapi untuk membeli citra ikonos pada level ini, kita harus menyediakan data DEM dengan akurasi 5 meter dan data GCP dengan akurasi 1 meter. Data dem dan gcp dengan akurasi yang disebutkan di atas, di Indonesia sangat susah didapatkan, apalagi untuk daerah yang belum pernah dipetakan. Selain itu dengan memberikan data dem dan gcp akurasi tinggi ke Spaceimaging (Amerika Serikat) berarti kita telah “menjual diri” ke Amerika Serikat. Oleh sebab itu untuk memperoleh level precision, kita harus melakukan pengolahan orthorektifikasi ikonos sendiri.
Citra Ikonos Orto
Citra Ikonos Orto ialah citra yang menyajikan gambaran objek pada posisi ortografik yang benar. Oleh karena itu citra orto secara geometric ekivalen terhadap peta garis konvensional dan peta simbol planimetrik yang juga menyajikan posisi ortografik objek secara benar. Citra Ikonos perlu di Orthorektifikasi karena citra ini mempunyai kemampuan off-Nadir dalam peremakan datanya. Artinya bahwa kamera dapat dimiringkan beberapa derajat untuk merekam suatu daerah, akibatnya citra yang dihasilkan akan mengalami distorsi akibat kesenjangan. Untuk mengembalikan citra Ikonos dalam posisi tegak, maka perlu dilakukan orthorektifikasi.
Beda utama antara citra ikonos orto dan peta ialah bahwa citra ikonos orto terbentuk oleh gambar kenampakan, sedang peta menggunakan garis dan simbol yang digambarkan sesuai dengan skala untuk mencerminkan kenampakan. Karena secara planimetrik keduanya benar, citra orto dapat digunakan sebagai peta untuk melakukan pengukuran langsung atas jarak, sudut, posisi, dan daerah tanpa melakukan koreksi bagi pergeseran letak gambar. Hal ini tentu saja tidak dapat dilakukan atas citra perspektif.
Salah satu kendala dalam melakukan orthorektifikasi citra Ikonos adalah tidak dipublikasikannya informasi orbit satelit Ikonos, dimana informasi orbit ini merupakan parameter yang harus tersedia untuk melakukan orthorektifikasi. Sehingga untuk memperoleh citra Ikonos Ortho, dapat dilakukan oleh pihak provider (SpaceImaging) atau membuat sendiri model informasi orbit Ikonos. Di pertengahan tahun 2000, PCI Geomatics Canada bekerja sama dengan CCRS telah berhasil membuat model informasi orbit sehingga model ini dapat digunakan oleh umum untuk melakukan orthorektifikasi. Model ini kemudian diterapkan ke dalam Software Image Prosesing dari PCI Geoamtics, yaitu OrthoEngine Ikonos Module.
Diposting oleh
dodo
di
11.12
0
komentar
15 Mei 2008
PETA TUNGGAL
PETA TUNGGAL
I. PENDAHULUAN
Dalam Peraturan Pemerintah Nomor : 24 tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah, salah satu tujuan pendaftaran tanah adalah menyediakan informasi kepada pihak-pihak yang berwenang termasuk Pemerintah agar dengan mudah dapat memperoleh data yang diperlukan dalam mengadakan perbuatan hukum mengenai bidang-bidang tanah dan satuan-satuan rumah susun yang sudah terdaftar. Informasi pertanahan yang sebenarnya adalah dalam bentuk peta dan daftar.
Informasi yang dihasilkan berupa data mengenai subyek dan obyek hak atas tanah tersebut baik dalam bentuk peta maupun data tekstual, peta pendaftaran yang dihasilkan dapat juga dilengkapi dengan inventarisasi data-data pertanahan lain seperti data penggunaan tanah, pengaturan penguasaan tanah serta data-data lain diatas peta tersebut.
Karena pembuatan peta skala besar relatif mahal, apabila setiap instansi pengguna peta mebuat peta, dan tidak ada koordinasi mengenai spesifikasi teknis seperti format peta, standar layer serta datum dan sistim koordinat akan menghambat perencanaan pemerintah daerah.
Dengan adanya peta yang lengkap dan tunggal (dalam satu wilayah hanya ada satu peta) akan menjadi dasar dari tersedianya Sistem Informasi Pertanahan yang berbasis bidang tanah (Parcel Base System) akan sangat membantu Pemerintah daerah dalam pengambilan keputusan
II. MANFAAT PETA TUNGGAL
Manfaat yang diperoleh Pemerintah dan masyarakat dengan tersedianya peta tunggal, diantaranya:
a. Informasi yang mendukung transaksi tanah yang adil dan efisien.
Masyarakat yang akan melakukan transaksi tanah dapat memperoleh informasi yang
lengkap mengenai suatu bidang tanah. Informasi tersebut meliputi:
1. Pemegang hak dan jenis hak atas tanah termasuk hak-hak lain dan pembebanan
diatas tanah tersebut. Masyarakat yang akan berinvestasi telah memperoleh
gambaran mengenai jenis hak serta pembebanan hak lain diatas tanah
tersebut.
2. Data nilai tanah transaksi terakhir serta perkembangan nilai tanah.
3. Pajak-pajak yang dikenakan terhadap tanah tersebut dan yang dikenakan
terhadap transaksi atas tanah tersebut.
4. Zoning atau peruntukan penggunaan tanah tersebut, sehingga masyarakat yang
akan berinvestasi dapat melakukan perhitungan nilai penggunaan tertinggi
dan terbaik terhadap suatu bidang tanah dalam analisis keuntungan
investasinya.
5. Informasi diatas akan mendorong pasar tanah yang efisien dengan bentuk
transaksi yang cepat.
Masyarakat pemilik tanah juga diuntungkan dimana seluruh informasi yang
dibutuhkan oleh calon investor dapat diperoleh dengan mudah dari peta
kadastral. Di samping itu masyarakat pemilik tanah juga dapat memanfaatkan
informasi tersebut diatas untuk menentukan harga jual dengan cara penghitungan
nilai penggunaan tertinggi dan terbaik.
b. Informasi yang mendukung efisiensi perencanaan seperti untuk keperluan PDAM,
PLN, PU dan TELKOM serta pencadangan tanah untuk keperluan pembangunan.
c. Efisiensi pendanaan dalam pembuatan peta dasar skala besar, karena kegiatan
pemetaan skala besar bagaimanapun juga merupakan kebutuhan mendasar bagi
beberapa instansi teknis seperti untuk kegiatan perencanaan, pelayanan, maupun
evaluasi dan monitoring.
Dengan adanya teknologi digital, pembuatan peta tunggal dapat dilaksanakan serta
distribusi peta ke instansi pengguna peta dapat lebih mudah dilakukan sepanjang
prasarana di kantor-kantor tersebut mendukung.
III. TATA CARA PEMBUATAN PETA TUNGGAL
1. PERSIAPAN
Persiapan merupakan pekerjaan awal yang perlu dilakukan sebelum pekerjaan utama dilaksanakan. Tahap persiapan merupakan tahap yang sangat penting dan dapat dirinci menjadi persiapan administrasi, personil, peralatan dan bahan/material.
a. Persiapan Administrasi
Antara lain meliputi :
- Persiapan surat-surat
- Persiapan laporan-laporan
- Persiapan anggaran
- Perencanaan kegiatan dll
b. Persiapan Personil
Personil yang terlibat dalam kegiatan ini antara lain :
- Manajer Proyek
- Koordinator/Sarjana Geodesi
- Operator/Surveyor
- Pembantu Surveyor
c. Persiapan Peralatan
Peralatan yang dibutuhkan meliputi :
- Kompuer
- Digitizer
- Total Station
- Pita Ukur
- Elektronik Plotter
- Alat-alat tulis
d. Persiapan Bahan/Material
Material yang diperlukan antara lain :
- Kertas drafting film dengan ketebalan 0.05”
- Tinta dan pen plotter
Jika data awal yang diperoleh dengan luas area yang akan dibuat peta tunggal adalah 20.000 Ha, dengan hasil akhir peta garis skala 1 : 1.000 maka akan diperoleh jumlah peta sekitar 800 lembar, jumlah bidang keseluruhan sekitar 40.000 bidang tanah, sementara bidang – bidang tanah yang belum diplotkan ke peta lama ada sekitar 3.750 bidang tanah.
2. PENGUMPULAN dan KOMPILASI PETA
Yaitu kegiatan :
1. Mengumpulkan peta pendaftaran yang ada misalnya peta desa, peta PP 10, peta
garis atau peta foto, peta transmigrasi serta peta redistribusi.
2. Menentukan peta yang akan dijadikan referensi dalam hal ini adalah peta foto
terbaru yang sudah dalam system koordinat TM3. Peta lain selanjutnya dikompilasi
ke peta referensi dengan cara melayout kesemua peta tersebut sehingga dapat
diketahui peta apa saja yang akan dikompilasi ke peta referensi.
3. DIGITALISASI BIDANG TANAH dan TITIK SEKUTU
Digitalisasi adalah kegiatan untuk mentransformasi objek peta dari sarana kertas (hardcopy) menjadi Peta dalam bentuk digital (softcopy). Dalam kaitannya dengan pembuatan peta tunggal, semua peta baik peta yang akan dijadikan referensi maupun peta yang akan dikompilasi harus didigitalkan dahulu baik melalui proses digitasi maupun scanning.
Obyek digitasi adalah :
- Bidang-bidang tanah terdaftar yang ada di peta lama
- Detail/situasi yang dapat dijadikan titik sekutu dalam kegiatan transformasi.
4. RUBBER SHEETING / TRANSFORMASI, EDITING dan EDGEMATCHIING
Rubber Sheeting (transformasi) adalah penyesuaian detail (dalam hal ini bidang-bidang tanah dan titik-titik sekutu) peta lama ke peta referensi.
Transformasi dilakukan dalam 2 tahap :
- Blok pemetaan yaitu mentransformasi seluruh peta
- Mengedit blok/bidang yang belum masuk dengan cara rubber sheeting
Editing adalah kegiatan perbaikan data terhadap kesalahan hasil digitasi, pada tahapan ini dilakukan proses pekerjaan penyambungan dan pemotongan garis apabila terjadi kelebihan atau kekurangan panjangan segmen (undershot/ overshot) garis. Untuk bidang-bidang tanah harus merupakan poligon tertutup.
Edgematching adalah proses penyambungan antara lembar peta yang satu dengan lembar peta yang bersebelahan, Edgematching dilakukan dengan cara menampilkan secara bersama-sama lembar peta satu dengan lembar peta yang bersebelahan di layar monitor. Bila terjadi pergeseran antar lembar maka akan dilakukan penepatan, sehingga untuk lembar-lembar peta yang bersebelahan detail-detailnya benar-benar menyambung.
5. IDENTIFIKASI dan PEMETAAN
Kegiatan identifikasi dan pemetaan dilakukan terhadap bidang-bidang tanah (dari SU/GS/GU) yang belum diplotkan/dipetakan pada peta lama (GIM). Kegiatan ini dapat dilakukan dalam tiga tahap, yaitu :
- Dilakukan pemetaan langsung dari SU/GS
- Untuk bidang-bidang tanah yang tidak dapat dilakukan dengan cara pertama, dilakukan
pemetaan dengan mengidentifikasi dari GU dengan bantuan peta foto.
- Untuk bidang-bidang tanah yang tidak dapat dilakukan dengan cara pertama dan kedua, dilakukan pemetaan dengan identifikasi dan pengukuran ulang ke lapangan.
Kegiatan pengukuran bidang tanah ini dilakukan untuk + 3.750 bidang tanah, sementara sisanya dapat dilakukan dengan cara mengidentifikasi GU/SU atau dengan cara pemetaan langsung..
6. ENTRY DATA (NIB)
Yaitu kegiatan memasukan data NIB (Nomor Identifikasi Bidang) pada bidang-bidang tanah (yang ada pada setiap peta) yang sudah dilakukan rubber sheeting maupun pemetaan indeks grafis terhadap peta referensi. Data-data NIB disediakan oleh Kantor Pertanahan.
7. PENGGANDAAN (BACKUP DATA) dan PENCETAKAN
Data digital dalam bentuk softcopy baik berupa data tekstual maupun graphical data harus dibuat backup datanya baik dalam bentuk disket atau CD-ROM. Selanjutnya dilakukan pencetakan peta (peta garis skala 1 : 1.000) dengan menggunakan bahan yang stabil, kuat dan tahan seperti drafting film atau sepia ukuran ketebalan 0.05”. Dan untuk keperluan kegiatan internal kontrol kwalitas, yaitu setelah pekerjaan selesai, sebelum meningkat ke proses selanjutnya, hasil pekerjaan ini perlu diplot dulu ke material kertas cekplot untuk dipakai pengecekan.
IV. PENUTUP
Kegiatan integrasi peta dengan segala metode dan tekniknya merupakan hal yang sangat mendesak untuk segera dilaksanakan. Hal ini disebabkan dengan terciptanya peta tunggal maka diharapkan terbitnya sertipikat dobel, bidang tanah yang melayang, dan sengketa pertanahan karena tidak jelasnya bidang tanah dapat segera dikurangi. Disamping itu, dengan adanya peta tunggal diharapkan cita-cita catur tertib pertanahan dapat segera direalisasikan serta untuk penyiapan bagi pengembangan sistem informasi pertanahan yang memang berbasis pada persil atau bidang tanah.
Keuntungan dengan telah tersedianya peta referensi dalam bentuk digital akan memudahkan dalam kegiatan pembuatan peta tunggal.
Diposting oleh
dodo
di
15.46
0
komentar
